Pria yang akrab dipanggil Anton ini menyampaikan pesan dari Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman untuk tidak berpuas diri dengan pencapaian ini serta terus mendorong tercapainya target ekspor di tahun 2019. “upaya (Kementerian Pertanian-red) untuk menggenjot ekspor komodoitas pertanian tetap menjadi prioritas. Salah satu terobosan yang kita lakukan yaitu memangkas perizinan yang sebelumnya bisa mencapai 3 bulan, kini eksportir hanya butuh 3 jam untuk mendapatkan izin ekspor melalui sistem online”.
Anton menambahkan tantangan di pasar global semakin ketat, sesama produsen saling bersaing dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk. Negara berlomba-lomba menurunkan tarrif sehingga harga lebih bersaing di pasar. “saat ini kita tidak lagi bisa bergantung pada penetapan tarif impor yang dianggap out of date. Ke depan, kita harus fokus dengan daya saing produk hortikultura nasional sehingga mampu menjadi raja di negeri sendiri” tutup Anton.






