Jadi Bahan Bakar Eco-Friendly, Ekspor Cangkang Sawit Riau Terus Meningkat

 
 

Pada tahun 2018, ekspor komoditas pertanian yang disertifikasi Karantina Pertanian Pekanbaru mencapai sekitar Rp 35 triliun. Sedangkan dari Januari s/d Juni 2019, nilai ekspornya telah mencapai Rp 31,4 triliun dan diperkirakan mencapai Rp. 60 triliun di akhir tahun 2019.

Ekspor turunan kelapa dan kelapa sawit ini telah memenuhi persyaratan ekspor negara tujuan. Karantina Pertanian Pekanbaru melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan karantina mulai dari pengajuan Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) online oleh eksportir, pemeriksaan fisik dan perlakuan fumigasi untuk memenuhi persyaratan teknis negara tujuan.

 

Asisten I Pemerintahan Kesejahteraan Kabupaten Siak Sri Indrapura, Budiyuono, menyambut baik peran Badan Karantina Pertanian dalam mendorong ekspor komoditas pertanian provinsi Riau. Beliau juga mengungkapkan harapannya ke depan makin banyak produk pertanian yang diekspor sehingga menambah devisa bagi masyarakat Riau.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan Kepala Barantan untuk sinegisitas pemerintah daerah dan berharap OKKPD Propinsi Riau dapat meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan untuk memastikan produk yang di ekspor bebas dari cemaran seperti Salmonella dan E. colli. ” Jepang, adalah salah satu negara tujuan ekspor yang sangat ketat dengan persyaratan keamanan pangan selain hama dan penyakit tumbuhan. Kita patuhi, lolos di Jepang, bisa dipastikan dapat aman diterima di negara mitra dagang lain,” pungkas Jamil.

Narasumber :
1. Drs. L. Budiyuono, M.Si – Asisten I Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Kabupaten Siak Sri Indrapura.
2. Ir. Ali Jamil, MP., PhD – Kepala Badan Karantina Pertanian.
3. Dra. Rina Delfi, M.Si – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *