Asosiasi Champion Cabai: Kinerja Menteri Pertanian Atasi Cabai Sangat Dirasakan

 
 

Kepala Sub Direktorat Cabai, Direktorat Jenderal Hortikultura, Mardiyah Hayati menegaskan pihaknya terus melakukan langkah-langkah konkrit mengamankan pasokan dan harga cabai.” Yang namanya pembinaan petani itu sudah menjadi DNA kami sebagai pemerintah. Sudah menjadi tugas pokok kami sehari-hari. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari bimbingan teknis budidaya, penguatan kelembagaan, pemasaran, fasilitasi bantuan sarana produksi, gudang pascapanen dan sebagainya. Tentunya kami tidak sendirian, tapi melibatkan dinas dan instansi terkait. Kalau belum semua mendapat bantuan itu wajar karena keterbatasan anggaran yang ada. Kalau ada yang mempertanyakan komitmen pembinaan kami rasanya kok janggal,” ujarnya.

Kementerian Pertanian, diakui Mardiyah terus melakukan perbaikan tata kelola produksi cabai melalui manajemen pola tanam berbasis kebutuhan riil.” Kami hitung detail kebutuhan cabai sebagai dasar perencanaan produksi. Kami evaluasi mana daerah surplus mana yang masih minus agar membantu memudahkan pengaturan distribusi antar wilayah. Ada semuanya (datanya),” tandas Mardiyah.

 

Terkait benih unggul, pihaknya akan mendorong benih-benih lokal yang terbukti adaptif terhadap perubahan cuaca untuk dilakukan sertifikasi.” Selama ini benih hibrida produksi pabrikan banyak mendominasi. Benih-benih lokal yang unggul dan adaptif juga terus kita pacu pengembangannya. Namun harus tetap diupayakan tersertifikasi untuk melindungi petani cabai,” pungkas Mardiyah.

” Sebagai contoh baru baru ini Ditjen Hortikultura berkunjung ke Cianjur dan bertemu petani yang tanam cabai lokal dikenal di pasar sebagai cabai domba atau cabai setan, ternyata bisa panen sampai 60 kali dengan hasil mencapai 15 ton per hektar, dan relatif tahan kekeringan, kekayaan alam Indonesia seperti inilah yang seharusnya dikembangkan oleh perusahaan perbenihan” tambah Mardiyah.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *