Lanjut Fadjar, program yang ada saat ini merupakan kerjasama antara Kementan dengan FAO melalui dukungan USAID, serta partisipasi pemerintah daerah. “Suksesnya kegiatan surveilans ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara lembaga/instansi Pemerintah baik pusat maupun daerah, akademisi, mitra kerja dan donor, para petugas surveilans pasar serta para penguji di laboratorium”, jelas Fadjar.
Fadjar menyadari bahwa masih ada tantangan untuk keberlanjutan surveilans LBM terutama keterlibatan semua pihak untuk berbagi perencanaan dan pelaksanaan surveilans LBM, oleh karena itu diharapkan kedepan semua pihak terkait dapat merencanakan surveilans LBM sebagai bagian dari program pencegahan, pengendalian, dan penganggulangan FB di wilayah masing-masing serta dalam rangka penguatan sistem monitoring virus FB secara online (IVM Online). (Red)






