Produk Olahan Cabai Tingkatkan Daya Saing Produksi

Senada dengan Suryo, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik berharap bantuan fasilitasi sarana pengolahan yang diberikan mampu meningkatkan target dan tujuan para petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya sebagai solusi panen raya.

“Selain itu para penerima bantuan juga dapat kreatif dan inovatif sehingga bentuk olahan baik mutu, jenis dan kemasannya dapat bersaing dengan produk lain,” jelas Yasid.

Materi bimtek meliputi pemaparan tentang keamanan pngan pada pengolahan cabai dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Jawa Tengah oleh Novian Damayanti.

“Perlu diperhatikan pentingnya keamanan pangan pada produk olahan berikut syarat dalam mengedarkan makanan olahan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Novian.

Para peserta juga dibimbing dalam membuat aneka macam olahan cabai seperti sambal bajak, manisan cabai serta abon cabai. Di samping itu juga sekaligus mengenalkan beraneka jenis alat olahan yang digunakan, cara pembuatan sampai mengemasannya.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi termasuk menambah relasi dan sisi pemasarannya. Salah satu peserta, Roliyah dari KWT Sumber Rejeki, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, merasa senang dapat mengikuti bimtek cabai karena menambah pengetahuan dan pengalaman bagaimana mengolah cabai yang bermutu,

“Kegiatan ini membuka wawasan dan saling bertukar informasi antara pelaku pengolahan cabai baik dari peralatan pengolahan, pemasaran sampai inovasi olahannya,” ujarnya senang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *