Koperasi yang berdiri sejak 18 Desember 2000 ini, saat ini telah memiliki omzet sekitar Rp360 juta, dengan jumlah anggota sebanyak 550 petani.
Bantuan Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Yayat mengakui sekaligus berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM yang telah mendukung sekaligus memberikan bantuan kepada koperasinya.
Selain mendapatkan bantuan berupa mobil box berpendingin dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2014, Koperasi Mitra Tani Parahyangan juga pernah mendapatkan bantuan sebesar Rp600 juta dari kementerian yang sama. Bantuan ini, sebanyak Rp400 juta digunakan untuk membangun gudang, sisanya Rp200 juta untuk mebeler dan peralatan administrasi lainnya.
“Ke depan, kami berharap mendapatkan bantuan berupa pelatihan manajemen, pengepakan produk, dan akuntasi atau pembukuan,” kata Yayat.
Ketika ditanya apakah ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten? Ia mengatakan, secara finansial memang tidak ada. Tetapi, pihak Pemkot terus memberi semangat dan dorongan koperasi ini terus maju dan mampu mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitar.
Kepala Seksi Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur, Drs Teguh Budiyono, MM mengatakan pihak Pemkab selain mendapingi juga terus memberi dorongan dan semangat kepada Koperasi Mitra Tani Parahyangan ini.
Koperasi ini, kata Teguh, justru telah mampu mengangkat Kota Cianjur semakin dikenal. Pihak Pemkot sendiri telah membangun kampung wisata di daerah ini dengan nama “Kampung Wisata Pandanwangi” di daerah ini.
Di dalam Kampung Wisata ini, dijajakan sejumlah produk unggulan pertanian pangan Cianjur. “Di sini juga ada lumbung padi yang sangat besar,” katanya.






