Kementan Persiapkan Ekspor Perdana Buah Naga ke China

“Ekspor perdana direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Hal ini menjadi awal dari bangkitnya perekonomian masyarakat petani, khususnya bagi para petani buah naga,” ucapnya.

Yasid menerangkan, antara petani dan pelaku usaha maupun pihak eksportir perlu menyatukan semangat dan komitmen untuk terus bisa menjaga kontinuitas ketersediaan buah naga.

“Petani juga harus mampu menjadi eksportir mandiri sehingga harga yang diterima petani bisa lebih tinggi dari sekarang,” pungkas Yasid.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo menyatakan sudah 24,58 hektare kebun buah naga yang teregistrasi dan masih 200 hektare lagi yang siap untuk diregistrasi.

“Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Banyuwangi siap untuk launching ekspor perdana komoditas buah naga ke China karena potensi Banyuwangi yang sangat besar,” pungkas Hadi.

Anto, Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar Badan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa Badan Ketahanan Pangan (OKKPP/D) bersama Ditjen Hortikultura akan menyiapkan sistem ketelusuran untuk buah naga, mulai dari kebun hingga ke rumah kemas.

Sementara itu Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Non Benih Badan Karantina Pertanian, Turhadi Noerachman menyatakan, “Saat tim GACC selesai memverifikasi kondisi kebun buah naga di Banyuwangi akan dilanjutkan dengan launching ekspor buah naga ke China di halaman kantor Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.” (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *