“Kita hadapi pameran ini dengan persiapan yang serius. Kita akan simulasi di Smesco biar jangan sampai gak bagus, nanti bisa berdampak kepada produk yang lain,” papar Rully.
Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mendukung penuh perluasan pasar produk KUKM Indonesia ke wilayah Asia Tengah khususnya di Azerbaijan dan negara-negara di sekitarnya. Ia menegaskan bahwa peluang pasar non-tradisional seperti Azerbaijan sangat perlu untuk dijajaki oleh UKM Indonesia karena memiliki potensi yang besar.
“Maka kami akan buka peluang kepada UKM untuk memulai. Persaingan kita ketahui masih terbatas di sana sehingga menjadi peluang bagi bapak-ibu untuk memulai bisnis di Azerbaijan,” ujar Victoria.
Animo UKM yang tertarik masuk pasar Asia telah cukup besar, terbukti lebih dari 85 pelaku UKM mendaftar untuk mengikuti pameran ICF 2019. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I.Yogyakarta, serta Bali. Peserta diharapkan memanfaatkan momentum ICF untuk memasarkan produk unggulannya.
“Peluang UKM besar masuk ke pasar global sehingga bisa persiapkan diri agar produknya bisa diterima di pasar Azerbaijan. Kami sangat berharap bapak-ibu bisa memanfaatkan momentum ini untuk mencari informasi produk yang paling diminati sesuai dengan karakter masyarakat di sana,” katanya.
Astri, UKM Jawa Classic Furniture and Craft asal Yogyakarta akan menyiapkan produk dan desain terbarunya untuk dibawa ke Pameran ICF 2019 di Azerbaijan. Dalam kesempatan pertama mengikuti pameran tersebut, Astri merasa senang karena bisa membuka peluang pasar baru bagi produknya. Selama ini ia membuka pasar luar negeri ke Rusia, Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, UK, Prancis, dan AS.






