Investasi Milyaran Rupiah, Tanam Bawang Putih Pasti Untung

“Tahap terberat yaitu saat membuka dan mempersiapkan lahan sampai akhirnya jadi seperti ini,” ungkap pengusaha muda ini. Afan yang bekerja sama dengan PTPN XII telah menempuh proses yang cukup panjang serta investasi miliaran rupiah untuk menjalankan komitmen wajib tanamnya.

Tidak hanya tanam di Banyuwangi, perusahaannya juga bermitra dengan petani di Pasuruan, Temanggung, Karanganyar dan Boyolali dengan total luasan 200 hektare.

“Jangan ditanya berapa (investasi-red), kalau mau jujur, tanam bawang putih ini tidak ada ruginya. Semua untung. Pemerintah dapat mempercepat program swasembada, penangkar untung, petani dapat mitra, ekonomi daerah meningkat, tenaga kerja terserap. Saya masih ada untung dari produksi dan impornya,” lanjut Afan.

Gundel, salah satu pekerja yang ditemui di lokasi mengungkapkan rasa senangnya dapat bekerja di kebun bawang putih.

“Alhamdulillah gaji harian di sini lebih baik, bikin kita semangat kerja. Semoga program ini terus belanjut. Banyak orang yang bergantung nasibnya dari kerjaan di sini,” harap Gundel.

Perkebunan bawang putih yang berada di lahan PTPN XII telah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi pekerja kebun itu sendiri dan masyarakat sekitarnya.

Program swasembada bawang putih yang bergaung sejak 2017 dan ditargetkan tercapai pada 2021 nanti memerlukan penumbuhan sentra baru. Menyadari potensi yang dimiliki Banyuwangi, Ismail pun tidak ragu untuk menambahkan alokasi APBN 2019 di wilayah ini.

“Lahan ada, penangkar siap, benih melimpah. Saya akan tambahkan 300 hektare di sini ke depannya. Banyuwangi diyakini dapat menjadi sentra besar bawang putih di Jawa Timur bersaing dengan Malang dan wilayah eksisting lainnya,” tutup Ismail optimistis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *