Hajjah Zaenab Sukses Kembangkan Usaha Melalui Koperasi dan Industri Makanan

Awalnya, Zaenab berkeliling menawarkan produk dari pintu ke pintu dengan sepeda motor. Prinsipnya, kalau usahanya halal, kenapa musti malu. Terbukti, usahanya mulai menemukan jalan. Produk usahanya berhasil merangsek ke jaringan toko oleh-oleh di sejumlah penjuru Pulau Lombok.
Cita rasa produk yang enak, kemasan yang menarik, dan harga yang ‘miring’ membuat produknya disukai konsumen, terutama para wisatawan yang berlibur ke Lombok.

Selain itu, Zaenab juga menjamin kualitas seluruh produknya telah memenuhi persyaratan perizinan mulai dari BPOM, Dinas Kesehatan dan juga sertifikasi halal dari MUI. Dia menekankan pentingnya makanan yang sehat dan alami, tidak hanya sekadar enak.

Permintaan produknya perlahan terus mengalami peningkatan. Inilah yang kemudian dia implementasikan dengan melibatkan para Ibu-Ibu di kampungnya yang ditinggal para suaminya bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Baginya, konsep bisnis berjamaah merupakan hal pertama ia akan lakukan jika sukses merintis usaha. “Punya usaha terus sukses sendirian itu sudah biasa, tapi kalau suksesnya berjamaah itu baru luar biasa,” lanjut Zaenab.

Kopwan Putri Rinjani

Lantas Zaenab pun secara tekun dan penuh kesabaran mengajarkan ibu-ibu di kampungnya dalam bisnis keripik tortilla. Ia pun mengajak 20 ibu-ibu untuk mendirikan koperasi wanita Putri Mandiri. Dalam koperasi itu ada sebanyak 380 ibu-ibu yang terbagi dalam 38 kelompok usaha produktif, ia bina secara perlahan.

Melihat kiprah luar biasa dari Hajjah Zaenab dalam membina, membimbing dan menjadikan ibu-ibu menjadi perempuan produktif ini, Kementrian Kelautan dan Perikanan pun mendaulat Putri Rinjani sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *