Sementara itu, Hermansyah pada hari pertama, memaparkan materi I Am Salesman (Aku bangga jadi salesman), bagaimana strategi meraih impian (dream) dan prospekting (Teknis menjadi sales yang profesional).
Banyak orang yang beranggapan menjadi sales atau marketing profesi yang hina. Tak heran, diantara mereka ada yang meremehkan profesi sales. Lebih baik menjadi PNS atau bekerja di Bank dengan gaji yang besar.

Menurut Hermansyah, akibat meremehkan profesi sales banyak diantara mereka yang hidup dalam kondisi pas-pasan bahkan tergolong miskin. Padahal, Nabi Muhammad SAW mengawali karirnya menjadi pedagang (sales) sebelum diangkat menjadi Nabi. Tidak hanya itu, orang-orang kaya yang tinggal di rumah-rumah mewah mengawali hidupnya dari sales.
Lebih lanjut, Hermansyah menjelaskan perbedaan antara orang kaya dan orang sukses. Orang kaya hanya menumpuk kekayaan saja, tetapi orang yang disebut sukses itu memiliki 12 indikator, diantaranya mendaptkan penghasilkan yang dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan, mendapatkan pasif income yang bisa diwariskan, memiliki kebebasan waktu, mempunyai kebebasan yang prima, keluarga yang bahagia dan masih banyak lagi.
Menariknya, Hermansyah membocorkan rahasia meraih impian (dreams) secara detail. Awalnya, dia menjelaskan perbedaan antara keinginan dengan impian. “Ilustrasinya begini, misalnya ada orang ingin maka pecel lele, lalu dia pergi ke warung tenda yang berada di pinggir jalan dan bertanya kepada penjual lele tadi. Pak, ada pecel lele? oh..maaf sudah habis pecel lelenya. Yang masih ada apa?, sahut orang yang mau makan tadi. “Ayam goreng dan ikan bakar,” jawab penjual warung tenda. Kalau gitu, saya minta makan ayam goreng sajalah. Tunggu sebentar ya.. saya gorengkan ayam dulu. Baik, terima kasih, ” kata orang yang mau maka tadi. Nah, itu yang dinamakan keinginan,” kata Ayah dari dua anak ini.






