oleh

Tiga ASN Pasaman Kasus Korupsi Divonis Penjara

Pasaman, Poros Nusantara – Terbukti bersalah ikut terlibat terjadinya tindak pidana korupsi, tiga orang PNS di Pasaman divonis 18 bulan penjara.

Ketiga PNS ini, mantan Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Salman (43) dan mantan Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pasaman bernama Dasril (44) serta Doni (39) yang menjabat staf Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketiganya terbukti ikut terlibat dalam terjadinya korupsi proyek pembangunan pembangunan jalan lingkar Botung Busuk, Mapatunggul tahun 2016.
“Sudah vonis di Pengadilan Tipikor Padang. Sidangnya siang tadi. Masing-masing terdakwa kenak hukuman 1,6 tahun alias 18 bulan penjara,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansyah melalui Kasat Intel, Ihsan, Senin (30/7).

BACA JUGA  RUMAH PEREMPUAN GELAR PEMILIHAN DUTA ANTI TRAFFICKING

Selain divonis penjara, ketiga ASN ini juga dikenakan pidana denda masing-masing senilai Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan penjara, “Jika tidak mampu membayar maka dapat diganti dengan penjara,” kata Ihsan.

BACA JUGA  KARNAVAL KARANGSARI BUKTI NYATA WARGA BERSATU

Pantauan Prokabar.com bersama Tabloid Poros Nusantara, putusan ini teramat jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumhya JPU menuntut para terdakwa dengan masing-masing tujuh tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Di sisi lain, ketiga oknum PNS ini dinilai majelis hakim berperan aktif dalam terjadinya dugaan tindak pidana korupsi. Ketiga terdakwa yang saat kejadian menjabat sebagai Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan Pasaman, sengaja memenangkan perusahaan milik terdakwa Lisno J. Daulay yang disidang dalam berkas terpisah dan divonis lima tahun penjara.

BACA JUGA  Manajemen Kinerja Menuju Depok Unggul Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)

Dalam aturan administrasi, perusahaan Lisno, tidak memenuhi persyaratan untuk bisa mememangkan tender. Hal ini diperparah saat proses pengerjaan, rekanan memainkan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

(Team bersama Prokabar.com*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini