Lebu Raya Akhiri Masa Tugas dengan Kenangan Monumen Flobamora Rumah Pancasila

 
 

Gubernur Frans Lebu Raya, menyatakan  groundbreaking monumen Flobamora Rumah Pancasila, merupakan kado Hari Ulang Tahun ke 58. Menurut dia, monumen FRP menggambarkan seekor burung garuda terbang dari Kupang membawa nilai-nilai atau lima sila (Pancasila) ke Jakarta dan ditetapkan menjadi Ideologi Negara Republik Indonesia (RI).

Selain itu, kata Lebu Raya, monumen yang menjadi ikonik NTT dan objek wisata baru ini dibangun ketika muncul gonjang-ganjing kebangsaan di republik ini. Yaitu dengan adanya beberapa kelompok redikal yang selalu saja mengganggu nilai-nilai kebangsaan. Sehingga muncul ide untuk membangun monumen Pancasila.

 

“Disinilah gagasan itu disampaikan Pak Theo Widodo dan teman-temannya kepada saya dan menghibahkan tanah guna pembangunan monumen FRP, terwujud. Terima kasih kepada Pak Theo dan keluarga yang dengan ikhlas mau menyumbangkan tanah 5.000 meterpersegi,” ucap Lebu Raya.
monumen 2

Gubernur Frans mengajak semua pihak untuk memberikan apresiasi kepada Theo Widodo dan keluarga. Dan mudah-mudahan di jaman ini, lanjut Lebu Raya, keikhlasan Theo Widodo, dapat menjadi contoh kepada yang lain untuk menyumbangkan lahan bagi kepentingan idealisme, masyarakat dan bangsa. “Ini sebuah contoh bahwa masih ada orang yang mau berkorban demi kepentingan sebuah idealisme,” katanya.

Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan NTT, Theo Widodo, menyatakan melalui peristiwa ini yang paling berbahagia adalah saya bersama keluarga. Sebab, tanah seluas 5.000 meterpersegi dipersembahkan bagi bangsa dan negara.

“Saya membayangkan apa yang saya berikan ini tidak berarti jika dibandingkan dengan para pejuang atau pahlawan kemerdekaan yang mengorbankan harta benda, jiwa dan raga untuk negeri Indonesia. Bersyukurlah saya dan keluarga hanya bisa menyumbang sebidang tanah ini,” ungkapnya.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *