Lebu Raya Akhiri Masa Tugas dengan Kenangan Monumen Flobamora Rumah Pancasila

 
 

KUPANG.POROSNUSANTARA – Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya akan segera mengakhiri masa kepemimpinan dua periode pada Juli 2018 mendatang. Sebagai kenangan terakhir di penghujung masa tugasnya, Lebu Raya melakukan peletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Sosok monumen berupa patung Burung Garuda setinggi 42 meter itu, dibangun menggunakan anggaran APBD NTT sebesar Rp 38,698 miliar.

Keterangan yang diperoleh dari Biro Humas Setda NTT, Sabtu (19/5) menyebutkan, besaran anggaran untuk monumen tu sesuai rincian, terdiri dari perencanaan design engeneering dan master design menggunakan dana bersumber dari APBD NTT 2017, sejumlah Rp 697.750.000, pembangunan monumen Rp 32 miliar (APBD 2018). Untuk pembangunan taman (landscape) yang akan dilaksanakan menggunakan anggaran perubahan 2018 atau anggaran murni 2019 Kementerian PUPR (APBN), sebesar Rp 6 miliar.

 

Monumen FRP dibangun dengan konstruksi gedung dua lantai seluas 1.690 meter persegi (m2), dilengkapi lift dan tangga darurat menuju menara. Lantai satu dilengkapi teras, galeri Bhineka Tunggal Ika, teater, ruang informasi, ramp, ruang tunggu dan toilet. Untuk lantai dua (700 m2), meliputi galeri Pancasila dan ramp. Sedangkan pelaksana perencanaan monumen ini adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman NTT.
monumen 1

Peletakan batu pertama atau pembangunan awal monumen FRP diatas tanah seluas 5.000 m2 bentuk hibah dari Theo Widodo, dilakukan Gubernur Frans Lebu Raya. Ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan sirine. Tampak turut meletakan batu pertama, Ketua DPRD, Anwar Pua Geno, Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT, Theo Widodo dan sejumlah anggota DPRD NTT, serta pimpinan perangkat daerah.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *