Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah makanan jadi, Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah makanan jadi ( 0, 20%) perumahan( 0, 02%), sandang (0,13%), kesehatan (0, 55%), pendidikan ( 0, 17%) dan transportasi( 0,80%). Untuk Perkembangan Ekspor NTT pada bulan Februari 2018 dikatakannya, senilai US $ 1.606.029 atau naik 12, 79 persen yakni pada kelompok komoditas migas, bahan bakar mineral (27) senilai US $ 214.469 dan untuk non migas, kendaraan dan bagiannya ( 87) senilai US $ 239.308 dengan tujuan ekspor adalah Timor Leste.
Sedangkan untuk impor sebesar US $ 12.001 981 dengan volume sebesar 25.995.04 ton dengan impor terbesar adalah bahan bakar mineral (27) senilai US $ 7.278.832 dengan Negara asal impor, Malaysia, Vietnam dan Timor Leste. Sedangkan untuk tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel berbintang di NTT lanjut Maritje, pada bulan Februari 2018 sebesar 58.94 persen naik 19,43 poin dibanding TPK Januari 2018 yang sebesar 39.51 persen.
Jumlah tamu menginap pada hotel bintang bulan Februari 2018 sejumlah 22.894 orang dengan rincian 22.093 orang tamu nusantara dan 801 orang tamu mancanegara, sedangkan rata – rata tamu menginap di hotel berbintang menurutnya pada bulan Februari 2018 selama 1, 63 hari.
Rata – rata lama tamu nusantara menginap selama 1, 59 hari dan rata – rata lama tamu mancanegara menginap selama 2, 68 hari. Untuk jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan februari 2018 berjumlah 121.733 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 124.493 orang.
Untuk Februari 2018 menurut data BPS ada 246.226 orang bepergian melalui 14 bandara di NTT, Maritje menaruh harapan untuk sektor ini kontribusinya bagus dan banyak wisatawan yang datang berkunjung ke NTT sehingga akan berdampak pada ekonomi NTT.






