oleh

Gubernur Frans Akui NTT Akrab dengan Bencana

Kupang, Poros Nusantara – Fakta menunjukkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang rawan dengan aneka bencana. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai peristiwa bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran, gelombang pasang, gempa dan ancaman kekeringan serta ancaman letusan gunung api maupun ancaman bencana sosial seperti konflik dan kerusuhan sosial yang datang silih berganti.

Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik geologi, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Yang berimplikasi dapat mengurangi kemampuan mencegah dan meredam dampak buruk bahaya atau ancaman bencana. Hal ini diungkapkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Rraya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang politik dan Pemerintahan, Mikhael Fernandes, pada acara Musyawarah Daerah II Forum pengurangan risiko bencana Provinsi NTT di Hotel Amaris, Kamis (19/4/2018).

BACA JUGA  Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi terima Penghargaan Women Of The Year 2020

Dikatakan Gubernur Frans, salah satu wujud kongkrit dari upaya pembangunan kesiapsiagaan masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana adalah, melalui penguatan kelembagaan. Forum pengurangan risiko bencana baik di Kabupaten/Kota dan Provinsi NTT sebagaimana yang dilaksanakan kali ini di Kota Kupang yang merupakan ” care dan share ” regulasi dalam penguatan kapasitas pelaku – pelaku pengurangan resiko bencana ditingkat lokal menjadi kunci sukses sekaligus kebutuhan mendesak untuk menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana.

IMG-20180419-WA0051Menurut Gubernur, keberadaan Forum PRB menjadi penting dan strategi karena melibatkan unsur Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, dengan harapan mampu menjadi titian penghubung dalam mengoptimalisasi peran dan keterlibatan semua unsur penanggulangan bencana di daerah ini.

BACA JUGA  Polres Jakbar Gelar Apel Siaga Persiapan Reuni 212

Didalam sambutannya Gubernur 2 periode ini berharap, program dan kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, pemangku kepentingan, stakeholder, dan masyarakat benar – benar dapat memberikan hasil maksimal bagi peningkatan ketahanan masyarakat pada daerah yang rawan bencana.

Pada hakekatnya, menurut Gubernur Frans, pembentukan Forum PRB sejatinya mempunyai tujuan dan sasaran yang bermuara pada menjaga, merawat investasi Pemerintah dari ancaman bencana. Untuk itu kepada peserta harus secara sungguh – sungguh mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah ini.

BACA JUGA  Sepakat Dengan Bappenas, Pengamat: Kebijakan Pertanian Berkontribusi Terhadap Kinerja Ekonomi Makro

Sementara, Plt Ketua Forum pengurangan risiko bencana( PRB) Provinsi NTT, Torry Kuswardono mengatakan, Forum ini terbentuk untuk membangun sinergi diantara 3 pihak yaitu Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Untuk itu katanya, harus dibangun kolaborasi yang sehat dan saling mendukung dan juga sebagai arena persahabatan antara Masyarakat, Pemerintah dan Swasta. Dirinya juga berharap didalam urusan bencana ini yang mottonya, ” bencana adalah urusan semua orang “, harus ada kepedulian semua pihak untuk bertindak mengurangi resiko, sehingga tidak terjadi korban jiwa dan harta benda apabila terjadi bencana.

 

( Laporan : Erni Amperawati )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini