Menurutnya, calon Da’i Parmusi itu datang dari 20 Kabupaten Kota di NTT Seusai pendidikan lulusan Da’i wajib mengabdi dalam penugasan Parmusi setidaknya tiga tahun, terutama di daerah asalnya. Dirinya berharap 10 sampai 15 tahun ke depan mereka bisa memimpin dakwah Parmusi di daerah masing-masing. Saat ini, kata Usamah, Parmusi sangat membutuhkan banyak Da’i untuk fokus melakukan dakwah di tingkat Kecamatan melalui program dakwah Parmusi “Satu Kecamatan Lima Dai’ yang ditempatkan untuk mendukung program prioritas Parmusi membangun Desa Madani. Target ‘Satu Kecamatan Lima Da’I”. Lanjutnya, akan diprioritaskan di daerah-daerah perbatasan, Pulau terluar, dan pedalaman.
Usai penandatanganan kerja sama tersebut, acara dilanjutkan dengan pelatihan 100 Da’i Parmusi Kota Kupang dengan narasumber Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) Ustadz Buchori Muslim serta Ketua Penasihat Parmusi NTT Ustadz Abdullah Said. Rombongan Kafilah Dakwah Parmusi, Minggu (4/2/2018), melanjutkan perjalanan ke Pulau Rote untuk melaksanakan pelatihan 45 Da’i Parmusi dari sembilan Kecamatan yang memiliki warga muslim di 11 Kecamatan yang ada.
Parmusi Kabupaten Rote juga akan menggelar sunatan massal bagi 100 anak-anak, serta pembagian 500 Al-Quran dan 300 buku Iqro yang akan disebarkan kepada warga muslim melalui para Da’i dan Muslimah Parmusi setempat.
Adapun 20 Da’i yang mengikuti pendidikan yakni, Putra Ardiansyah, Ahmad Fauzah Pua Djombu, Ari Widodo, Muhamad Nizam Pua Rosa, Agus Wahudi, Doben Wahyu Fransisco, Wahyu Nusantara Adji, Irsan Haji, Munajir Muhamad, Sumarlin, Daud Abdulah, Sukardi Payong, Usman Umar, Rahmat Ilahi, Muhamad Isnain, Alhattu Muaqqar, Umra Syukur, Kasmin, Taufiqurrahman Etta, Ikhsan Dahlan.






