oleh

BANJIR BANDANG MENERJANG BANYUMAS

BANYUMAS, POROS NUSANTARA – Sejumlah sungai meluap dan rumah-rumah tergenang, ada juga yang ambruk. Baru kali ini sungai di Banyumas meluap sebesar ini. Penyebabnya adalah kemungkinan curah hujan tinggi di daerah hulu, padahal di Purwokerto sendiri hujan tidak begitu deras.

Banjir Bandang terjadi di sejumlah sungai di Banyumas. Debit air di beberapa sungai di Banyumas meluap begitu signifikan. Puncak luapan sungai terjadi pada sore hari pukul 18.00 WIB ,” sungai prukut, mengaji, logawa, Banjaran naik sangat luar biasa. Bisa dibilang terjadinya banjir bandang” kata Adi Chandra,Komandan Taruna Bencana(TAGANA) Banyumas.

Mas Adi mengatakan bahwa akibat kenaikan debit sungai ini, belasan Rumah terendam. Bahkan beberapa diantaranya ambrol. Sebanyak 15 rumah di jalan Rajawali Kelurahan Kober terendam. Selain itu sebanyak 10 rumah di gang 5 Kelurahan Kedungwuluh juga ikut terendam. Salah satu rumah di Kelurahan Bobosan bahkan ambruk. “Kabar terakhir sungai pelus juga ikut meluap dan merendam beberapa rumah yg ada disekitarnya.

BACA JUGA  Penyelenggaraan Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Dan Vaksin Anak usia 12-17 Tahun

Bahkan salah satu jembatan penghubung dukuh Karanggondang dengan desa Sambirata telah terputus diterjang luapan sungai Prukut. Baru kali ini sungai meluap begitu besar. Salah satu penyebabnya kemungkinan curah hujan yg sangat tinggi di daerah hulu, padahal di Purwokerto kadang tidak hujan, hanya hujan gerimis.

Meluapnya sungai Banjaran, Purwokerto Barat membuat sejumlah pemukiman warga disekitar sungai kena dampaknya ikut tergenang. Air sungai meluap lebih dari empat meter dari kondisi normal. Banyak kondisi Pondasi rumah warga yg tergerus, peternak kehilangan kandang dan ternaknya, juga banyak mushola yang ikut terendam setinggi 1 meter.

BACA JUGA  Menhub Himbau Karyawan Garuda Tidak Mogok

Tinggi dan derasnya air sungai Banjaran membuat banyak warga Kober dan Kedungwuluh Purwokerto berbondong bondong keluar rumah, hujan belum jg datang namun air sudah meluap hingga ke jalan.

Salah satu Warga, bernama Sarkim telah kehilangan kandang dan ternaknya bahkan bagian belakang rumahnya yg berada disekitaran sungai Banjaran telah ambles. “Kandang ludes, air deras sekali. Meri (anak bebek) 70 ekor, anak ayam 25 ekor, entog yang sudah gede ada lima, tidak mungkin bisa terselamatkan dari derasnya luapan sungai Banjaran. Di RT 04 RT 05 kedung wuluh ada 3 rumah yang terancam ambles akibat pondasi rumah yang tergerus luapan air sungai Banjaran.

BACA JUGA  Dinas Perpustakaan Dan Kearsiapan Raih Beberapa Penghargaan Pada Gelar Buku 2017 Sumut

Bersama mas Pus, salah satu warga RT.05/RW .01 kelurahan Kober sama sama mengukur kenaikan air sungai Banjaran. Pada saat normal air sungai memiliki kedalaman 1 meter, saat diukur termasuk dengan jejak sisa kenaikan air, dari kedalaman sungai maka air Banjaran pada saat meluap kedalamannya mencapai 5 meter lebih. Berarti ini naiknya sekitar 4 meter lebih dari kondisi normal. Selama hidup saya sampai saat ini baru kali ini banjir bandang sebesar ini.

Banjir bandang jg berdampak pada jembatan leduk yg mengalami keretakan. Sementara itu air sungai Pelus naik sampai 8 meter. Meluapnya sungai Pelus membuat sejumlah material seperti batang pohon, kayu juga ikut terbawa arus.

(Laporan : Arif Akhmad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini