VETERAN WANITA SAKSI HIDUP PERTEMPURAN KARANG GEDANG

WATUKUMPUL, POROS NUSANTARA – Pertempuran Karanggedang merupakan yang terbesar kedua setelah perang sirayak yang terjadi di Kabupaten Pemalang. Pertempuran ini imbas dari agresi militer Belanda ke-2 yang bergerak ke Watukumpul dari Pemalang. Sehingga mendapatkan perlawanan yang sengit dari warga yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Tentara Keamanan Rakyat (TKT).

Hj Basuki mengatakan pergerakkan pasukan Belanda yang menuju karanggedang. Karena adanya mata-mata yang menunjukkan basis tempat persembunyian TKR Dan hisbullah. Sehingga pasukan Belanda yang datang dari pemalang dan purbalingga bersatu untuk mengempur Karanggedang.

“Pertempuran sengit tidak dapat dielakkan lagi, hingga membuat beberapa pejuang berguguran,” kata Hj Basuki sambil terbata-bata. Hj Basuki mengungkapkan setelah Belanda menguasai Desa Majalangu, pasukan TKR dan Hizbullah bergeser ke arah timur lewat bukit Banowati yang terkenal dengan hutan yang sangat rimba untuk melakukan perang gerilya.

Dengan tempat persembunyian dan markas di Karanggedang. Para pejuang bertempur dengan semangat perang gerilya yang di pimpin komandan TKR. “Strategi perang gerilya yang dipimpin Ali Sadikin komandan pasukan TKR membuahkan hasil dengan memukul mundur pasukan belanda,” jelas Hj Basuki.

Laporan: Solihin Kohar

 

Respon (1)

  1. Singkat banget ya postingannya, padahal kalau mau di gali dari tugu petingatan pertempuran di luk pitu desa Majakerta, penjelasannya tidak sesingkat itu, coba datang ke desa undagan atas tempat tkr dan lasykar bertahan dari kejaran pasukan belanda hingga penyerahan kedaolatan 1949.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *