Porosnusantara.co.id | ROKAN HILIR – Pembangunan jalan rigid beton di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi sorotan setelah muncul unggahan di media sosial Facebook yang memperlihatkan adanya retak hingga patah pada permukaan beton, meskipun jalan tersebut belum dilalui kendaraan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jalan itu menyatakan bahwa keretakan pada beton dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satu kemungkinan yang disampaikan adalah adanya guncangan akibat aktivitas lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi pekerjaan rigid beton tersebut untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
PPTK Ferry Kurniawan menjelaskan, apabila hasil evaluasi menunjukkan tidak terjadi penurunan pada salah satu sisi pelat beton yang mengalami keretakan, perbaikan akan dilakukan melalui metode grouting beton atau injeksi, sesuai dengan kondisi kerusakan dan standar teknis yang berlaku.
Namun, jika ditemukan adanya penurunan pada salah satu sisi pelat beton, penanganan akan dilakukan dengan membongkar bagian yang rusak dan mengerjakan ulang segmen tersebut.
“Jika tidak terjadi penurunan pada salah satu sisi yang retak, akan dilakukan perbaikan standar dengan cara grouting beton atau injeksi. Akan tetapi, jika terjadi penurunan pada salah satu sisi yang retak, pelat beton harus dibongkar dan dilakukan pekerjaan ulang pada segmen yang rusak,” demikian penjelasan PPTK
Evaluasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab keretakan diketahui secara tepat. Dalam pekerjaan perkerasan beton semen atau rigid pavement, kondisi lapisan pondasi, mutu beton, proses pengecoran dan perawatan beton, serta kondisi sambungan merupakan sejumlah aspek teknis yang perlu diperiksa ketika terjadi keretakan.






