Porosnusantara.co.id | Bogor – Kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan masih dikeluhkan masyarakat. Kerusakan berupa jalan berlubang hingga longsor dinilai mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Keluhan tersebut kembali mencuat pada Maret 2026, saat intensitas hujan lebat memperparah kondisi sejumlah ruas jalan. Salah satu jalur yang mendapat sorotan adalah Jalan Kabupaten Cikampak–Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Ruas jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor yang telah berlangsung sekitar tiga tahun. Kondisi jalan yang belum tertangani secara tuntas membuat akses kendaraan roda empat terganggu.
Saat ini, lebar ruas jalan di titik terdampak longsor disebut hanya tersisa sekitar dua meter. Kendaraan roda dua masih dapat melintas, sedangkan kendaraan roda empat harus menggunakan jalur alternatif melalui kawasan perumahan dan jalan desa yang relatif sempit.
Kondisi tersebut turut memengaruhi akses warga menuju kawasan Pamijahan serta sejumlah fasilitas publik, termasuk SPBU dan SPBG.
UPT Akui Kerusakan Jalan Menuju Ciampea
Keluhan mengenai jalan rusak juga disampaikan pengendara di jalur dari jembatan dekat lapangan tembak menuju Ciampea.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Ciampea, Yudhi Rahmawan, mengakui adanya kerusakan pada ruas tersebut.
“Iya, yang dari jembatan dekat lapangan tembak ke arah Ciampea yang rusak,” ujar Yudhi.
Menurut Yudhi, kerusakan berat akan diusulkan untuk dilakukan rekonstruksi melalui mekanisme lelang proyek. Sementara untuk penanganan sementara berupa tambal sulam masih menunggu proses pengadaan barang dan jasa.
“Sedang diusulkan dulu perencanaannya. Untuk tambal sulam sedang menunggu proses pengadaan barang dan jasa. Nanti mengikuti jadwal yang sudah direncanakan,” tambahnya.
Sembari menunggu penanganan, pihak UPT memasang rambu peringatan di sejumlah titik rawan untuk mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati.






