Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Sindikat TPPO diduga masih beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta dengan modus baru: menggunakan dokumen resmi. Hal ini diungkap Cristy Lemon Bendum IPJI Selasa (14/7/2026).
“Korban dibimbing jawab, dikasih uang saku, bahkan dipinjamkan identitas. Tujuannya biar lolos Imigrasi,” kata Cristy.
Ia menyebut puluhan calon PMI tujuan Yunani dan Turki sempat digagalkan. Korban merogoh kocek Rp4,5 juta – Rp7,5 juta.
Cristy juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum dan calo Imigrasi yang “menelan uang dari mafia TPPO”.
“Imigrasi jangan hanya cek berkas. Harus baca gelagat. Ini sudah di bawah kementerian baru, harus lebih peka,” desaknya.
Cristy mendorong 3 langkah: sistem data terpadu, unit intelijen di daerah rawan, dan kampanye masif di kantong PMI.
“Paspor itu janji negara melindungi. Jangan sampai jadi tiket eksploitasi,” pungkasnya.
(Rls/Ich)






