JEFF 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Pramono Ajak Warga Jadikan Pilah Sampah sebagai Budaya Baru

Porosnusantara.co.id | Jakarta -Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026). Mengusung tema “Aksi Nyata, Dampak Terasa”, festival yang digelar pada 3–4 Juli 2026 ini menjadi momentum memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan menjelang usia ke-500 Kota Jakarta pada 2027.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

“Perubahan besar lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Jakarta menjadikan memilah sampah sebagai budaya baru menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Pramono.

Festival yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta ini bertujuan mengajak masyarakat melakukan perubahan perilaku melalui pengurangan sampah sejak dari sumber, pemilahan sampah, hingga penerapan sistem guna ulang (reuse).

Selain menjadi ajang edukasi, JEFF 2026 juga menghadirkan ruang kolaborasi bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam membahas berbagai isu lingkungan, seperti pengelolaan sampah, kualitas udara, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Melalui JEFF 2026, kami ingin mengajak warga datang, melihat langsung, berdiskusi, dan mengambil inspirasi untuk memulai aksi nyata dari lingkungan terdekat,” kata Dudi.

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti forum diskusi lingkungan, talk show, workshop, impact talk, career talk, volunteer corner, pemutaran film pendek, pameran, hingga JEFF 2026 Awards.

Sejumlah kegiatan menarik turut meramaikan festival, di antaranya peluncuran Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) pada Website Udara Jakarta, penyerahan Piagam Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pembuatan eco enzyme secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak, serta peresmian Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota.

Selain itu, terdapat pameran bertajuk “Bukan Tentang Sampah”, talk show “Merawat Jakarta, Mulai dari Langkah Kita”, pemutaran film pendek “Harun Namanya”, workshop pengelolaan wadah bekas produk perawatan kulit, pembuatan aksesori dari limbah plastik, pelatihan pembuatan pembalut kain guna ulang, hingga kegiatan edukasi anak bertema “Menggambar Future Jakarta Bersama Bobo”.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga meluncurkan Sistem Peringatan Dini pada Website Udara Jakarta yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Sistem tersebut menyajikan informasi kualitas udara yang lebih komprehensif, termasuk prediksi kondisi udara hingga tiga hari ke depan sehingga masyarakat dapat merencanakan aktivitas dengan lebih baik.

Selain itu, Pramono meresmikan Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan contoh pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan pemerintahan.

“Saya berharap langkah ini menginspirasi institusi, perkantoran, dan kawasan permukiman untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaat yang dirasakan bersama,” ungkapnya.

Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah optimistis keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

“Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan terbaik bagi generasi Jakarta di masa depan,” pungkas Pramono.

Penulis: Supriyadi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *