Porosnusantara.co.id | Bekasi – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia resmi dibuka di Gedung Creative Center (GCC) Kota Bekasi, Jumat (11/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju” tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026.
Hari pertama diisi dengan seminar dan diskusi publik yang menghadirkan tiga narasumber kompeten, termasuk perwakilan dari Dewan Pers. Diskusi tersebut membahas peran strategis pers dalam menjaga kualitas informasi, memperkuat demokrasi, serta menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi keberkahan bagi kita semua dalam menjalankan profesi jurnalistik untuk terus menghadirkan informasi yang mencerahkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ade, HPN Bekasi Raya bukan sekadar ajang silaturahmi insan pers, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
Pers Jadi Pilar Informasi di Tengah Arus Hoaks
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Jaya Eko Setiawan, SH, MH, menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bekasi yang heterogen.
“Pers memiliki fungsi strategis sebagai penyambung informasi yang akurat dan terpercaya. Kehadiran media profesional sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga kondusivitas daerah,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Diskominfostandi Kabupaten Bekasi, Drs. Yanyan Akhmad Kurnia, M.Si., menekankan pentingnya pers sebagai pilar informasi yang kredibel di tengah maraknya hoaks dan polarisasi informasi di ruang digital.
“Pers harus tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi kebenarannya,” ungkapnya.






