Daerah  

Dinilai Lalai, Sejumlah Aktivis Akan Lakukan Aksi Damai Di Kantor Bantu Bea Cukai Panipahan

Porosnusantara.co.id| Panipahan, Palika-Kantor Bantu Bea Cukai Panipahan kini menjadi sorotan sejumlah aktivis muda di Panipahan terkait fungsi pengawasan transportasi laut yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor.

Para aktivis menilai maraknya peredaran narkoba di wilayah Pasir Limau Kapas tidak terlepas dari posisi daerah tersebut yang dinilai strategis sebagai jalur pelayaran laut.

Mereka juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan di Kantor Bantu Bea Cukai Panipahan, sehingga dinilai dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum mafia. Selain itu, pengawasan terhadap kapal-kapal ekspor dan impor disebut perlu diperketat karena diduga menjadi salah satu celah masuknya barang haram tersebut.

Dalam waktu dekat, sejumlah aktivis berencana menggelar aksi damai di depan Kantor Bantu Bea Cukai Panipahan guna mempertanyakan sejauh mana kinerja dan pengawasan yang telah dilakukan instansi tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersatu dalam aksi damai ini. Tujuannya jelas, agar ada perhatian serius dari pihak Bea Cukai terhadap kondisi yang terjadi di Panipahan. Jalur laut harus diawasi lebih ketat karena menjadi akses utama masuknya narkoba,” Mhd Riady Saputra Minggu, (19/4)

Wartawan mengkonfirmasi Pihak Beacukai Dumai yang mengaku sebagai pelaksana Dikawasan Berikat , untuk meminta tanggapan terkait agenda sejumlah aktivis dipanipahan,

“Siang pak, Maaf pak saya tidak bisa kasih komentar apa-apa.
Langsung ke humas aja ya pak. Untuk urusan eksternal kantor kita semua dihandel sama humas”. Jelas Rustam Manalu selaku Pelaksana Dikawasan Berikat

Dedi Kasi Humas Bea Cukai Dumai ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan ataupun keterangan terkait langkah sejumlah aktivis tersebut sampai berita ini diterbitkan.

Penulis: Ahmad OkiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *