Pertalite Sedot Pengepul, Dugaan Pembiaran Menguat, Kapolsek Cabangbungin Cek Kelokasi

Porosnusantara.co.id| BEKASI — Habisnya Pertalite di SPBU 34.17701, Cabangbungin, tak lagi sekadar persoalan antrean panjang. Di balik cepatnya stok raib, muncul dugaan kuat adanya praktik “pembajakan” BBM subsidi oleh pengepul yang berlangsung sistematis dan terkesan dibiarkan.

Fenomena langkanya Pertalite di wilayah Cabangbungin kini memasuki tahap yang memicu kemarahan publik. Stok yang kerap habis hanya dalam hitungan jam dinilai bukan lagi persoalan distribusi biasa, melainkan indikasi adanya pola permainan yang berlangsung terbuka.

Kondisi ini bahkan disebut warga sangat mengkhawatirkan dan membuat frustrasi. Di saat masyarakat harus mengantre sejak pagi demi mendapatkan BBM, stok justru lenyap sebelum kebutuhan terpenuhi.

Di balik antrean tersebut, praktik mencurigakan terlihat jelas di lapangan. Puluhan sepeda motor dengan tangki modifikasi berkapasitas besar hilir mudik melakukan pengisian. Mereka diduga bagian dari jaringan pengepul dan pengecer yang sudah terorganisir.

Dengan modus antre berulang-ulang, para pelaku secara sistematis “menguras” Pertalite. Aktivitas ini berlangsung terang-terangan tanpa hambatan berarti, memunculkan dugaan adanya pembiaran dalam pengawasan.

Lebih jauh, BBM hasil pengisian dipindahkan ke jeriken dan galon, lalu ditampung di lokasi tertentu. Dari sana, bahan bakar diduga dipasarkan kembali dengan harga lebih tinggi, sebuah pola yang mengindikasikan praktik bisnis ilegal di balik BBM subsidi.

“Yang antre bolak-balik orangnya itu-itu saja. Seolah mereka punya jalur sendiri,” ungkap seorang warga dengan nada geram.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius, bagaimana praktik sebesar ini bisa berlangsung tanpa tersentuh? Dugaan adanya kelonggaran hingga pembiaran pun tak terhindarkan.

Penulis: DwiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *