Porosnusantara.co.id | Bekasi — Puluhan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa menolak beroperasinya kembali angkutan massal milik Pemerintah Kota Bekasi, Trans Patriot yang kini berganti nama menjadi Trans Bekasi Keren (Trans Beken), Selasa (10/2/2026).
Aksi digelar sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan GOR Bekasi, lokasi peluncuran resmi Trans Beken oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Rute yang diluncurkan yakni Harapan Indah–Terminal Bekasi dengan sembilan armada dan masih berstatus gratis bagi penumpang.
Para sopir angkot menilai pengoperasian kembali transportasi massal tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan mereka. Mereka menyebut trayek Trans Beken bersinggungan dengan jalur angkot yang selama ini menjadi sumber penghasilan.
“Kami keberatan karena trayeknya sama. Ini jelas mempengaruhi pendapatan kami,” ujar salah satu sopir angkot di lokasi aksi.
Aksi unjuk rasa tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani menuju arah utara tersendat. Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow mulai dari depan RS Mitra Bekasi Barat untuk mengurai kemacetan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @infoBekasi, dalam aksi tersebut sejumlah sopir angkot juga melakukan sweeping terhadap angkutan yang masih beroperasi dan membawa penumpang. Beberapa angkot yang melintas di Jalan Ahmad Yani dihentikan, bahkan penumpang diminta turun di tengah jalan. Sopir angkot yang masih menarik penumpang disebut dipaksa bergabung dalam aksi.
Aksi unjuk rasa berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB dan kemudian membubarkan diri. Arus lalu lintas berangsur normal setelah massa meninggalkan lokasi.
Para sopir angkot menyatakan berencana mengadukan persoalan ini ke DPRD Kota Bekasi serta membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Pemerintah Kota Bekasi terkait tuntutan para sopir angkot tersebut.






