Munas V APDESI Tegaskan Komitmen Majukan Desa Lewat Kolaborasi dan Penguatan Potensi Lokal

Porosnusantara.co.id | Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) berlangsung dengan penuh semangat dan menghasilkan sejumlah komitmen strategis untuk memperkuat pembangunan desa di seluruh Indonesia. Dalam forum tersebut, kepengurusan baru juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus periode 2021–2026 atas dedikasi dan kerja keras selama masa bakti sebelumnya.

Dalam sambutannya, perwakilan pengurus APDESI menyampaikan terima kasih khusus kepada Sutawijaya dan seluruh pengurus periode sebelumnya yang dinilai telah menjaga organisasi tetap solid dan berkontribusi positif bagi desa-desa di Indonesia. Ia berharap hasil Munas ini dapat terus dijaga agar APDESI benar-benar menjadi mitra strategis Kementerian Desa serta pemerintah pusat ke depan.

“Munas ini luar biasa. Harapannya, kinerja APDESI tetap dijaga secara positif agar benar-benar menjadi andalan Kementerian Desa dan pemerintah dalam membangun desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penggalian potensi desa secara serius, baik di sektor pariwisata, desa tematik, maupun penguatan infrastruktur. Menurutnya, setiap desa memiliki karakter dan peluang yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan solusi yang tepat dan berbasis data dari pemerintah desa masing-masing.

APDESI juga menegaskan perannya sebagai wadah besar yang menaungi desa-desa di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, pemerintah desa diharapkan dapat semakin kuat dalam membangun kolaborasi dengan kementerian terkait, khususnya dalam mengawal agar berbagai program desa dapat berjalan maksimal.

Terkait dana desa, ia menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak mengalami pengurangan, melainkan perlu diarahkan pemanfaatannya secara lebih tepat sasaran agar mampu mendorong percepatan pembangunan desa dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, pengalaman Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, kembali disampaikan sebagai contoh praktik baik pengelolaan desa. Selama 18 tahun, Desa Ponggok dinilai berhasil menjadi rujukan nasional dalam pengembangan potensi desa.

Penulis: supriyadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *