Minimnya Akses Infrastruktur Pendidikan: Polsek Obi Selatan Bangun Jembatan Darurat di Desa Bobo
JAKARTA. Porosnusantara co id. Platform —Sementara pemerintah pusat terus mengumandangkan keberhasilan pembangunan infrastruktur dan pemerataan akses pendidikan, situasi di Desa Bobo, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara justru memperlihatkan potret kontras yang menampar nurani. Di wilayah ini, keselamatan anak-anak sekolah menjadi taruhan setiap hari hanya untuk menunaikan hak paling dasar: mendapatkan pendidikan.
Menurut Wilson Colling. SH.MH selaku Putra Daerah Desa Bobo menuturkan bahwa setiap pagi, anak-anak SD Negeri 240 bersama para guru harus menyeberangi dua sungai besar—Gosora dan Peda—karena tidak adanya jembatan penghubung menuju sekolah. Ketika curah hujan tinggi, arus sungai menguat, air meluap, dan bebatuan menjadi licin. Warna air berubah kecokelatan, mengaburkan kedalaman dan membuat jalur penyeberangan semakin berbahaya. Tegasnya
Dalam video yang sempat viral di media sosial dan diberitakan oleh salah satu televisi nasional, terlihat para guru dan warga bertindak layaknya “pelindung keselamatan” dengan menggendong anak-anak untuk menyeberang. Wajah anak-anak itu tampak cemas, tangan-tangan kecil mereka memeluk erat tubuh orang dewasa, seolah mengetahui bahwa satu langkah salah bisa berujung celaka. Di balik senyum polos mereka, tersimpan rasa takut yang seharusnya tidak menjadi bagian dari perjalanan menuju sekolah.
Pendidikan seharusnya menjadi proses aman dan menyenangkan. Namun di Desa Bobo, pendidikan identik dengan risiko keselamatan.
Melihat kondisi yang terus berulang tanpa kejelasan dari pemerintah, Kepolisian Sektor Obi Selatan mengambil tindakan nyata. Dengan peralatan seadanya—bambu, kayu, dan bahan yang diperoleh bersama warga—mereka membangun jembatan darurat penyeberangan untuk memastikan anak-anak tidak lagi harus berjalan di tengah arus sungai.







