HUT Pertama Pewarna Kota Depok Usung Tema Menjaga Toleransi

Acara HUT Pewarni kota Depok ini berjalan dengan khidmat penuh toleransi.
 
 

Porosnusantara.co.id | Depok – Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Kota Depok menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) pertamanya dengan acara diskusi bertema “Menjaga Toleransi di Kota Depok”. Acara berlangsung di GBI Rock Home Depok, Jalan Tole Iskandar, Senin (28/9/2025).

Sambutan Panitia dan Ketua Pewarna Depok

Ketua Panitia, Samuel, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam perayaan HUT Pewarna Depok.

 

Sementara itu, Ketua Pewarna Kota Depok, Christin M. Wartiningsih, dalam sambutannya menegaskan bahwa toleransi adalah kunci membangun masyarakat harmonis dan damai. Mengingat Kota Depok dihuni oleh masyarakat yang beragam suku, budaya, dan agama, nilai toleransi harus dijaga bersama.

“Kita percaya bahwa dengan kerja sama dan kesadaran bersama, kita dapat membangun Kota Depok yang kita cintai ini,” ujar Christin. Ia juga menambahkan bahwa selama satu tahun berdiri, Pewarna telah aktif melakukan berbagai kegiatan sosial dan pemberitaan yang mendorong perdamaian. “Kami terus mempromosikan toleransi dan memberitakan tentang perdamaian,” imbuhnya.

Pesan dari Diskominfo Depok

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto, yang hadir sekaligus membuka acara, menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Depok berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Manto menekankan pentingnya kesadaran masyarakat mengenai toleransi, termasuk peran media dalam menyajikan pemberitaan yang bertanggung jawab.

“Wartawan harus bisa menjaga marwahnya, terutama terkait isu agama. Media harus mampu menjaga moderasi, menghindari hoaks, serta menjaga netralitas dan mematuhi kode etik. Depok adalah kota yang toleran terhadap kerukunan dan keberagaman kelompok beragama,” tegasnya.

Manto juga mengingatkan agar wartawan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi sensitif, merujuk pada kasus “isu babi ngepet” di Sawangan yang sempat menjadi perhatian luas. “Kita harus hati-hati menyebarkan informasi, apalagi terkait intoleransi. Harapan kami, Pewarna mampu menjadi perekat di tengah masyarakat,” ujarnya.

 
Penulis: SupriadiEditor: Yna
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *