Porosnusantara.co.id| Kota Semarang | Polda Jateng dan Polrestabes Semarang gelar pengamanan secara humanis terhadap aksi unjuk rasa yang digelar gabungan berbagai aliansi dan serikat pekerja Jawa Tengah. Dalam mengamankan aksi yang berlangsung tertib di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025) siang, petugas mengedepankan Tim Negosiator Polwan dan Dalmas Awal tanpa dibekali tameng.
Pengamanan aksi unjuk rasa tersebut melibatkan 975 personel gabungan dan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi. Sekitar pukul 14.00 WIB, massa tiba dengan pengawalan kepolisian, kemudian menyampaikan aspirasi mereka secara damai di depan pagar kantor gubernur.
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus pembentukan satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa omnibus law, pengesahan UU perampasan aset serta pemberantasan korupsi, revisi UU Pemilu dengan redesain sistem pemilu 2029, dan penghentian praktik union busting.
Rombongan pengunjuk rasa disambut oleh tim negosiator dari Polwan Polrestabes Semarang yang didampingi Propam Polda Jateng. Melalui pendekatan humanis, tim memberikan imbauan persuasif agar penyampaian pendapat tetap berlangsung tertib. Di sisi lain, peleton dalmas awal juga bersiaga dari balik pagar kantor gubernur tanpa membawa tameng, sebagai simbol pengamanan yang tidak intimidatif.
Polisi lalu lintas turut sigap melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Langkah tersebut untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meski aksi berlangsung pada jam sibuk.






