
Tidak bernyali bertindak tegas terhadap PLT Sudin dishub mau pun kasiop Affandi tidak perduli apa pun yang terjadi situasi dilapangan,
Tata ruang kota yang sudah tertata karna oleh pemerintah daerah ibukota Jakarta mengingat
musium Fatahilah merupakan salah satu museum yang berjarah ada zaman kolonial Belanda merupakan suatu pusat perniagaan tempat berlabuhnya kapal perniagaan Belanda bernama VOC
Oleh pemerintah daerah khusus ibukota Jakarta DKJ, dijadikan sebagai tempat wisatan kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah, namun sangat disayangkan, telah dikorbankan menjadi tempat parkir liar serta para PKL liar kusus pada hari Sabtu dan Minggu banyak warga masyarakat dari jakarta mau pun dari daerah bahkan para turis asing dari mancanegara yang berkunjung kemusium Fatahilah untuk melihat peninggalan bersejarah namun sangat disayangkan terotoar berdasarkan Perda no.8. THN 2007 Tetang, ketertiban umum (TIBUM). untuk
tempat warga yang berkunjung kemusium Fatahilah (kota tua)
Sedang untuk para PKL sudah dibuatkan JBL oleh UKM berlokasi dijalan cengkeh, untuk , masyarakat berkunjung kemusium Fatahilah tempat JBL yang sudah disediakan oleh UKM sudah tidak berfungsi para PKL Liar lebih suka berjualan didepan pintu masuk musium Bank mandiri berlokasi depan air mancur, sekarang menjadi carutmarut belum lagi sampanya berserakan dimana-mana belum
Ironisnya;;
parkir Liar kendaraan bermotor dengan tarif Rp15.000/per unitnya, sedang untuk mobil Rp,30.000/per unitnya yang dimulai dari pukul setengah 1430.wib siang hari.sampai malam hari bisa mencapai omeset berkisaran 5.jt an termasuk koordinasi
Kepada semua pihak alias salam tempel,
dari parkir motor dan mobil yang dikoordinir oleh agun Cs. Sangatlah sayangkan hal ini sudah berjalan sejak.






