Minahasa Tenggara, Porosnusantara.co.id
Banjir melanda sejumlah wilayah Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (6/4) pukul 15.30 WITA. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Wawesen dan Sungai Soyowan hingga berdampak pada sedikitnya 2.291 rumah warga dan 42 KK terpaksa mengungsi atas kejadian ini.
“Kami terpaksa meninggalkan rumah yang sudah kemasukan air, mengungsi ke tempat yang lebih aman dan alhamdulilah sudah disediakan oleh petugas BPBD”ungkap Daeng Ridwan, kepada pers, Rabu (6/4) malam di tempat pengungsian di kawasan Minahasa Tenggara
BPBD Kabupaten Minahasa terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ratatatotok dan Kecamatan Belang. Banjir ini juga berdampak pada beberapa insfratuktur bangunan antara lain 8 unit rumah warga rusak berat, 2 unit rumah rusak sedang, 4 unit rumah rusak ringan, 3 unit sarana ibadah, 5 unit kantor pemerintahan, 3 sarana pendidikan dan 1 unit fasilitas kesehatan.
Paska kejadian, petugas BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan. BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun turut membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.
Hasil kaji cepat sementara dilapangan menyebutkan, ketinggian air pada saat terjadi banjir berkisar antara 20 – 70 sentimeter. Banjir sudah mulai berangsur surut, akan tetapi dibeberapa titik masih terdapat genangan air. Kini, akses jalan utama sudah dapat dilalui warga sekitar.






