POLRES SERKOT – Porosnusantara.co.id || Kegiatan peresmian Jembatan ARIA WANGSAKARA yang di kemas sebagai pesta Rakyat suatu acara yang di kemas tasyakuran dalam perhelatan Hiburan untuk masyarakat kota serang dengan menghadirkan bintang tamu Artia ibu kota.
Selasa 29/03/22 Dihadiri Gubernur dan Wakilgubernur Banten,forkopinda Banten,Muspida,muspika dan Tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Pada pelaksanaan nya banyak Masyarakat yang menyambut dengan suka cita,peresmian jembatan Bogeg atau yang berganti nama menjadi jembatan ARIA WANGSAKARA yang bermakna,Aria Wangsakara adalah seorang Ulama, pejuang, dan pendiri Tangerang.
Dalam sejumlah literatur yang bercerita tentang Babad Tangerang dan Babad Banten, Wangsakara merupakan keturunan Raja Sumedang larang, Sultan Syarif abdulrohman. Bersama dua kerabatnya, yakni Aria Santika dan Aria Yuda Negara, Wangsakara lari ke Tangerang karena tidak setuju dengan saudara kandungnya yang malah berpihak kepada Voc.
Aria Wangsakara yang kemudian memilih menetap di tepian Sungai Cisadane diberi kepercayaan oleh Sultan Maulana Yusuf, pemimpin Kesultanan Banten kala itu, untuk menjaga wilayah yang kini dikenal sebagai Tangerang, khususnya wilayah Lengkong, dari pendudukan VOC. Sehari-hari, Wangsakara yang juga pernah didapuk sebagai penasihat Kerajaan mataram menyebarkan ajaran Islam. Namun, aktivitas Wangsakara menyebarkan ajaran Islam mulai tercium oleh VOC tahun 1652-1653.
Kapolsek Cipocok jaya AKP. BOY ACHMAD S. Mengatakan “Pengamanan ini dilaksanakan guna terselenggaranya kegiatan peresmian Jembatan Aria wangsakara di Lingk.Bogeg kel.Banjar Agung kec.Cipocok jaya bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Tutup Kapolsek Cipocok jaya.
(Humas Polsek Cipocok jaya)






