Kupang ( NTT) Porosnusantara.co.id -Suasana puasa ditambah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para petani dan penyuluh di Kecamatan Sano Goang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, untuk turun ke sawah.
Sebaliknya, mereka terus bergerak untuk melaksanakan percepatan tanam dengan cara pengolahan tanah langsung setelah panen.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Nggergung di Desa Gl Leleng, Markus Panggu mengatakan, kelompoknya langsung melakukan olah tanah setelah panen (16/5/20)
“Hal ini dilakukan karena kami ingin memanfaatkan ketersediaan air, mengoptimalkan lahan agar terus produktif, dan yang pasti untung, karena banyak lahan yang menganggur setelah panen. Padahal masih banyak air, tapi tidak dimanfaatkan, peluang inilah yang ditangkap oleh para petani,” kata Markus
Sementara penyuluh di Desa Gl Leleng, Paulus Patimura menambahkan Persiapan lahan merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu dilakukan dalam memulai usaha budi daya.
“ Persiapan lahan yang baik berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman. Banyak penelitian menunjukkan dengan melakukan persiapan lahan sebelum melakukan usaha budi daya bisa meningkatkan hasil panen hingga 30%. “ Ujar Paulus.
Lanjutnya “.Tujuan persiapan lahan adalah untuk mengkondisikan lahan tempat budi daya tanaman agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Persiapan lahan meliputi beberapa kegiatan, mulai dari land clearing, pengolahan tanah, penggaruan lahan serta pemberian pupuk dasar.
“Land Clearing”
Land clearing adalah pembersihan lahan yang akan dijadikan area pertanaman. Ada banyak cara yang biasa dilakukan petani untuk melakukan land clearing.
Mulai dari manual, mekanis hingga penggunaan bahan kimia seperti herbisida. Land clearing dengan manual dilakukan dengan tangan manusia langsung dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, parang, dll.






