Porosnusantara.co.id – Rakyat Gaza sudah bertahun-tahun menderita karena memilih mempertahankan hak tanah air mereka dan menolak menyerah kepada Israel. Hampir setiap ancaman teror datang dari Israel, bahkan aksi damai mereka menuntut kemerdekaan dibalas Israel dengan hujan roket.
Diantaranya adalahyang terjadi pada pekan lalu, korban berjatuhan dari masyarakat sipil Palestina di Gaza akibat kejahatan yang kembali dilancarkan oleh Israel, berawal dari teror serangan yang menewaskan salasatu komandan pasukan perlawanan Palestina, Bahasa Abu Al-Atha dan istrinya.
Berlangsung selama kurang lebih 2 hari, serangan Israel ini memakan korban meninggal dan luka-luka. Menurut otoritas kesehatan Gaza korban yang meninggal mencapai 34 jiwa, 3 diantaranya perempuan dan 8 anak-anak.
Selain kerugian nyawa, Gaza juga harus menanggung kerugian mentari di tengah berbagai krisis yang sudah bertahun-tahun akibat blokade Israel. Otoritas di Gaza melaporkan sekitar 500 tempat tinggal para keluarga Gaza rusak secara persial dan 30 tempat tinggal rusak total. Hal ini tentu sangat menyedihkan dan memilukan disaat kesulitan ekonomi, kelaparan dan terlebih lagi musim dingin yang merusak sudah dan akan berlangsung berbulan-bulan Ditambah serangan Israel ini juga menyasar mata pencaharian rakyat Palestina seperti perkebunan yang rusak akibat tembakan roket Israel serta nelayan yang dihancurkan perahu mereka serta pembatasan dalam melaut.
Menurut Syaikh Dr. Ahed Abul Atha, Ketua Ulama Palestina Asia Tenggara, sungguh kejahatan Israel dalam dua hari pada pekan lalu bukan hanya menciptakan teror saat penyerangan tersebut, akan tetapi justru dampak yang ditinggalkan lebih besar bahayanya terhadap rakyat Palestina.
Salah satunya adalah dalam jangka pendek di musim dingin yang menusuk sekarang ini. Ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akan mengalami malam-malam dingin membeku tanpa penghangat dan pangan yang cukup.






