Ia juga mengingatkan bahwa Singkawang merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi. Karena itu, kerukunan, toleransi, serta keharmonisan masyarakat perlu terus dijaga secara bersama-sama.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii menyampaikan bahwa Fahmi Ummi yang pertama kali didirikan di Kota Medan pada 2019 kini telah berkembang dan disebut telah terbentuk di 26 provinsi di Indonesia.
Dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, Muhammad Syafii yang disebut sebagai inisiator Fahmi Ummi menjelaskan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah komunikasi dan kolaborasi muslimah lintas organisasi yang bersifat independen. Fahmi Ummi juga memiliki sejumlah bidang kerja, antara lain pendidikan dan pelatihan, ekonomi syariah dan UMKM, serta hukum dan advokasi.
Menurutnya, keberadaan Fahmi Ummi di berbagai daerah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan umat.
PESAN UAS: TEBARKAN SALAM DAN PERKUAT SILATURAHMI
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
UAS menyampaikan sejumlah pesan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan ibadah. Di antaranya mengajak umat untuk membiasakan menebarkan salam sebagai doa keselamatan dan kedamaian, berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan, menyambung silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah dengan menghidupkan salat malam atau tahajud.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari tausiyah UAS di hadapan ribuan jamaah yang memadati Stadion Kridasana. Pemberitaan setelah kegiatan juga mencatat pesan UAS mengenai pentingnya salam, berbagi makanan, silaturahmi, dan menghidupkan malam dengan ibadah.






