IHSG Masih di Bawah 6.000 pada 13 Oktober 2026, Investor Cermati Isu MSCI dan Ketidakpastian Global

 
 

Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Tekanan pasar berlanjut setelah indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut turun 2,59 persen pada perdagangan sehari sebelumnya dan kembali berada di bawah level psikologis 6.000.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa, IHSG melemah 0,42 persen atau 24,68 poin ke level 5.911,46. Data RTI Business yang dikutip sejumlah media menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,27 triliun, dengan volume perdagangan 24,67 miliar saham.

 

Sebanyak 328 saham mengalami penurunan, sementara 315 saham menguat dan 148 saham tidak berubah. Sektor teknologi menjadi salah satu sektor dengan tekanan terdalam, yakni melemah 1,23 persen. Data tersebut menunjukkan pergerakan pasar masih beragam, meskipun jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak daripada saham yang menguat.

Salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi. Ketegangan tersebut turut memengaruhi perhatian investor terhadap harga minyak dunia.

Dalam laporan perdagangan Senin (12/10), ANTARA mengutip Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim yang menyebut sejumlah faktor tekanan, antara lain harga minyak Brent yang bertahan di atas US$100 per barel, kekhawatiran arus keluar modal dari pasar obligasi Indonesia, serta isu terkait indeks MSCI.

Investor juga mencermati pergerakan rupiah, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi keputusan investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

 
Penulis: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *