SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA”

 
 

“Pembelajaran yang telah diperoleh Kami harapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas atau kinerja di unit kerja masing-masing,” ungkapnya.

Caca menjelaskan, penguatan kompetensi tersebut mencakup kemampuan menganalisis permasalahan, menyusun dokumen hukum dan kerja sama, memberikan dukungan hukum, hingga membangun hubungan kerja sama secara tepat, akuntabel, dan kredibel. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan fungsi hukum dan kerja sama dapat berjalan secara profesional dan mendukung kebutuhan organisasi.

 

Selain penguasaan pengetahuan dan keterampilan, Kepala PPSDM BNN mendorong peserta untuk terus membangun pola pikir yang adaptif, kritis, dan kolaboratif. Sikap tersebut diperlukan agar personel mampu merespons dinamika tugas serta perkembangan tantangan dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara lebih efektif.

PPSDM BNN berharap peningkatan kompetensi personel yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan fungsi hukum dan kerja sama BNN. Dengan kompetensi yang terus berkembang, personel diharapkan mampu memberikan dukungan yang semakin optimal dalam pelaksanaan P4GN.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *