Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Sebanyak 2.713 penari dari berbagai daerah di Indonesia bersama delegasi dari 12 negara ambil bagian dalam Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan kompetisi tari internasional yang mempertemukan kelompok seni budaya dari Indonesia dan berbagai negara. Setelah kompetisi, ribuan peserta melanjutkan kegiatan dengan parade budaya dari Pantai Lagoon menuju Symphony of The Sea.
Kompetisi tari menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari seni tradisional hingga tari kontemporer dari sejumlah negara. Berdasarkan keputusan dewan juri, Selar Khinanty Dancer Management dari Indonesia berhasil meraih Juara I dengan nilai 1.751.
Posisi Juara II diraih Chanrama Kirana dengan nilai 1.681. Sementara itu, penghargaan Best Costume diberikan kepada Mongolia Entertainment Group dengan nilai 1.606.
Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta dalam berbagai kategori. Sanggar Seni Bungo Serangkai meraih penghargaan Most Exotic Traditional, sedangkan Rusia – Sibirskie Uzory memperoleh Favorite Performance.
Penghargaan Best Harmony of Movement and Music diraih Pesona Cahaya Manikam. Penghargaan lainnya juga diberikan kepada Rangsagar Performing Arts, Batuan Bondalla and Folkloric Dance Group, The Parish Regional Group Giewont, Sanggar Seni Lasinrang, serta delegasi Korea Selatan dalam berbagai kategori penilaian.
Ketua penyelenggara menyampaikan bahwa IICF 2026 menjadi wadah diplomasi budaya yang mempertemukan seniman dari berbagai negara dalam suasana persahabatan dan saling menghormati.
Melalui seni tari dan budaya, festival tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarnegara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Setelah kompetisi berakhir, ribuan peserta mengikuti parade budaya yang menarik perhatian pengunjung Ancol. Para peserta menampilkan kostum tradisional, musik, dan tarian khas dari daerah maupun negara masing-masing.
Parade tersebut menjadi salah satu puncak kemeriahan IICF 2026 sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya yang hadir dalam festival internasional tersebut.







