Menurutnya, kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga keamanan Kota Bekasi yang memiliki dinamika masyarakat cukup kompleks. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kapolres juga mendorong pengaktifan kembali kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini menjadi mitra kepolisian, termasuk Pokdar Kamtibmas.
“Patroli perlu kita tingkatkan. Kita juga akan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini menjadi perpanjangan tangan kepolisian, termasuk Pokdar Kamtibmas,” ujar Putu Kholis.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
*Kapolres: Informasi ke Media Jangan Tersendat*
Selain persoalan kamtibmas, keterbukaan informasi menjadi salah satu perhatian Kapolres Metro Bekasi Kota.
Putu Kholis meminta Wakapolres, para Kasat hingga jajaran Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif menyalurkan informasi kepada masyarakat melalui media.
Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan informasi yang berpotensi diisi informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya.
“Saya minta Waka, para Kasat dan Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam menyalurkan informasi kepada media. Jangan sampai informasi tersendat, kemudian muncul informasi liar yang berkembang dan akhirnya dikonsumsi bulat-bulat oleh masyarakat,” tegasnya.
Putu Kholis menilai media memiliki posisi strategis sebagai salah satu kanal informasi yang dapat membantu kepolisian menyampaikan berbagai informasi dan penjelasan kepada masyarakat.
Karena itu, komunikasi antara jajaran kepolisian dengan wartawan perlu dibangun secara aktif, terbuka dan berkelanjutan.






