Porosnusantara.co.id|
JAKARTA – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP) menggelar aksi solidaritas mengecam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. SMURP menyebut aksi solidaritas ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali agenda boikot produk terafiliasi Israel di Indonesia.
“Serangan militer Israel-Amerika yang dilancarkan terhadap Iran ini jadi pengingat kita bahwa agenda boikot produk terafiliasi Israel dan Amerika, tidak boleh dan tidak pernah akan berakhir,” ucap Koordinator SMURP Andrian dalam keterangan kepada awak media di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta pada Sabtu (7/3) sore.
Menurut SMURP, meski agenda boikot produk terafiliasi Israel mulai terasa dampaknya bagi penggunaan produk-produk nasional namun belakangan spirit tersebut tampaknya kelihatan agak mengendur. Tak ayal, ungkap Andrian, peristiwa serangan Israel-Amerika kepada Iran kemarin harus menjadi momentum untuk kembali menebalkan semangat boikot produk Israel.
“Kita sesungguhnya sudah dapat melihat hasil kampanye boikot selama ini. Ada peralihan penggunaan masyarakat Indonesia kepada produk-produk nasional. Tetapi belakangan kayaknya spirit boikot mulai agak berkurang. Serangan terhadap Iran ini harus menjadi momentum aksi boikot produk Israel dan Amerika,” ucap dia.
Andrian menjelaskan daftar produk yang wajib diboikot masih merujuk pada daftar yang dirilis Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) pada 2024 lalu. Menurutnya, daftar produk tersebut masih tetap relevan dengan perkembangan kondisi terkini.
“Belum ada perubahan. Kami masih merujuk pada daftar produk boikot yang dirilis YKMI beberapa tahun lalu. Buat kami, daftar tersebut masih sangat relevan,” ungkapnya.






