Pelaksana Tugas Wali Nagari Gantung Ciri, Zulhendri, mengapresiasi kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Ia menilai pemulihan wilayah terdampak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Hal senada disampaikan Sekretaris Nagari Gantung Ciri, Syaltri Marizal. Ia menyampaikan terima kasih kepada STKIP Ahlussunnah yang telah memilih nagari tersebut sebagai lokasi program pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa sangat membantu masyarakat, baik dalam pemulihan ekonomi maupun peningkatan pengetahuan tentang kebencanaan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana. Di antaranya pembagian pupuk kepada warga sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi, khususnya sektor pertanian.
Selain itu, mahasiswa juga menyusun buku literasi kebencanaan yang didasarkan pada hasil pengamatan langsung terhadap kondisi pascabencana di Nagari Gantung Ciri. Buku tersebut direncanakan akan didistribusikan secara gratis kepada masyarakat, sekolah, serta pemerintah nagari.
Buku literasi ini diharapkan dapat menjadi sumber edukasi mengenai mitigasi bencana, penyediaan informasi lokal, hingga panduan perencanaan kebencanaan bagi masyarakat.
Mahasiswa juga membuat jalur evakuasi serta peta risiko bencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat jika bencana serupa terjadi di masa mendatang.
Di bidang penanganan darurat, tim turut membangun tanggul sementara atau kisdam menggunakan karung berisi pasir dan kerikil untuk mengendalikan aliran air dan mengurangi potensi banjir.






