Menurutnya, setelah sebelas bulan bekerja dan menjalani berbagai aktivitas, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk kembali merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
“Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki jiwa gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, yang juga selaras dengan semangat Ramadan,” ungkapnya.
Bhakti berharap semangat berbagi dan kebersamaan yang tumbuh di bulan Ramadan tidak hanya berhenti saat bulan suci saja, tetapi juga terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang kita rasakan di bulan Ramadan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus terjaga dan dilaksanakan pada bulan-bulan berikutnya dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.






