BMPTKKI Audiensi dengan Menteri Agama, Perkuat Moderasi Beragama dan Persaudaraan

Dalam pertemuan itu, pengurus BMPTKKI juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, atas dukungan yang selama ini diberikan bagi pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal sejak awal dirancang sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga sebagai ruang yang memancarkan nilai kemanusiaan universal serta memperkuat semangat toleransi antar umat beragama.

Sebelum bertemu Menteri Agama, rombongan BMPTKKI terlebih dahulu disambut oleh Dr. Abu Huraerah Abdul Salam, Lc., MA, Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Badan Pengelola Masjid Istiqlal periode 2024–2028. Ia menjelaskan sejarah pembangunan Masjid Istiqlal yang diinisiasi oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno sebagai simbol syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Masjid Istiqlal dirancang oleh arsitek Frederich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen yang memenangkan sayembara desain dengan konsep bertema “Ketuhanan”. Fakta tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan keberagaman telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan masjid negara tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BMPTKKI juga diajak melihat Terowongan Silaturahim, jalur penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral Jakarta yang menjadi simbol nyata toleransi dan persaudaraan lintas iman di Indonesia.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama antara BMPTKKI dan Kementerian Agama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, dialogis, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *