“Terjadi penumpukan dalam dua hari terakhir karena masyarakat ingin menyeberang sebelum rangkaian Nyepi dimulai. Data kami menunjukkan kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu,” jelas pihak ASDP.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP bersama Kepolisian dan Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi intensif serta menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Selat Bali.
Sebanyak 35 kapal telah disiapkan untuk membantu distribusi kendaraan dan penumpang. Selain itu, dilakukan pengaturan dan penyekatan kendaraan, khususnya kendaraan kecil atau pribadi, agar arus penyeberangan dapat terdistribusi dengan baik menuju Pulau Jawa.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait akses transportasi dari Stasiun Cilegon menuju Pelabuhan Merak, ASDP menjelaskan telah menyediakan layanan angkutan penghubung.
Setiap hari disiapkan 22 armada angkutan yang melayani perjalanan pulang-pergi dari Cilegon ke Pelabuhan Merak. Selain itu, tersedia pula empat unit bus listrik yang melayani rute dari terminal menuju dermaga pelabuhan.
ASDP juga memastikan tiket penyeberangan tidak akan hangus apabila penumpang mengalami keterlambatan kedatangan. Perusahaan memberikan dispensasi waktu penggunaan tiket dari H-8 hingga H+12 jam dari jadwal keberangkatan.
“Jika terjadi keterlambatan, tiket tetap bisa digunakan dalam rentang waktu tersebut,” jelas manajemen ASDP.
Sementara itu, terkait antrean kendaraan yang terlihat mengular di Pelabuhan BBJ Bojonegara, ASDP menjelaskan bahwa pengaturan operasional telah disesuaikan dengan surat keputusan bersama (SKB) yang berlaku.
Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan kecil, kendaraan keluarga, dan bus. Sedangkan Pelabuhan BBJ diperuntukkan bagi kendaraan golongan VII ke atas atau kendaraan besar.






