Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi, Tuduh Pemerintah Tunduk pada Kepentingan AS dan Tolak Kerja Sama Dagang
JAKARTA — Porosnusantara co id. Sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat menggelar aksi dan pernyataan sikap pada (Selasa, 3 Maret 2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri dan kerja sama ekonomi Pemerintah Indonesia yang dinilai berpihak pada kepentingan Amerika Serikat.
Dalam orasinya, salah satu orator aksi menyinggung dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Iran, Venezuela, dan Palestina. Ia menilai pemerintah Indonesia tidak menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan agresi dan intervensi yang terjadi di sejumlah negara tersebut.
“Sudah terlalu lama kita menyaksikan agresi dan intervensi terhadap negara-negara berdaulat. Indonesia tidak boleh diam, apalagi justru terlibat dalam skema yang merugikan rakyat tertindas,” ujar salah satu orator aksi.
Aliansi mahasiswa itu juga menyoroti penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai membuka ruang impor dan penetrasi modal asing secara luas.
“Perjanjian dagang seperti ART bukan sekadar kerja sama ekonomi biasa. Ini adalah bentuk konsesi yang menempatkan kepentingan rakyat di bawah kepentingan kekuatan besar dunia,” ujar salah satu orator aksi.
Selain itu, mereka menolak keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace (BoP) dan ISF. Massa menilai partisipasi tersebut berpotensi menyeret Indonesia dalam pusaran kepentingan geopolitik yang tidak sejalan dengan amanat konstitusi.
“Keterlibatan dalam forum-forum itu harus dikaji ulang. Jangan sampai Indonesia justru menjadi bagian dari normalisasi penindasan terhadap bangsa lain,” ujar salah satu orator aksi.






