Porosnusantara.co.id | Bagansiapiapi, Rohil – SMPN 1 Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat perhatian publik terkait besarnya alokasi anggaran kegiatan ekstrakurikuler yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2023 hingga 2025.
Berdasarkan data yang diperoleh, dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut tersebut, sekolah mengalokasikan anggaran sekitar Rp775 juta untuk mendukung berbagai kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Sejumlah masyarakat memberikan apresiasi atas besarnya dukungan anggaran tersebut. Mereka menilai, dengan ketersediaan dana yang cukup besar, sekolah dapat lebih aktif menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler tanpa membebani siswa dengan pungutan tambahan.
“Kalau memang anggarannya sebesar itu dan digunakan maksimal untuk kegiatan siswa, tentu ini patut diapresiasi. Artinya tidak ada lagi alasan melakukan pungutan untuk kegiatan ekstrakurikuler,” ujar salah seorang warga.
Sabtu, (27/2)
Namun di sisi lain, ada pula masyarakat yang mengaku terkejut dengan total anggaran tersebut. Sebagian pihak menilai angka Rp700 juta lebih dalam tiga tahun tergolong besar untuk ukuran sekolah menengah pertama.
“Waduh, kaget sekali kita mendengar anggaran ekstrakurikuler sebesar itu. Selama ini ada dugaan pungutan terhadap siswa, salah satunya latihan drum band berbayar, termasuk baju dan make up latihan yang juga berbayar. Baru tahu kita bahwa selama tiga tahun ini anggaran ekstrakurikuler sebesar itu,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menyikapi perbedaan pandangan tersebut, sejumlah masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir melakukan audit terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Langkah audit dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku.






