Presiden Prabowo: Natal Nasional Bukti Indonesia Bangsa Besar yang Hidup dalam Keberagaman

Porosnusantara.co.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 menjadi bukti nyata jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, majemuk, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia terdiri atas beragam suku, etnis, ras, agama, dan budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Meski berbeda-beda, bangsa Indonesia mampu bersatu dalam satu negara, satu nusa, dan satu bahasa.

“Kita adalah bangsa yang sangat besar. Ada pakar yang menghitung kelompok etnis di Indonesia mencapai 1.700, dengan bahasa daerah yang sangat banyak. Di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama yang berbeda-beda, tetapi kita bisa bersatu dan hidup sebagai satu bangsa karena kita memiliki niat yang sama, yaitu ingin meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa keberadaan bangsa Indonesia merupakan takdir Tuhan yang patut disyukuri. Menurutnya, setiap warga negara tidak dapat memilih dilahirkan di mana dan dari siapa, namun dari takdir tersebut lahirlah bangsa Indonesia yang kini menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

“Saya merasa besar hati dan bangga mendapat kehormatan menjadi presiden dari sebuah negara yang sangat besar. Jumlah penduduk kita terbesar keempat di dunia. Negara kita sebesar Eropa—Eropa itu terdiri dari 27 negara, sementara kita adalah satu negara,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang relatif damai dan stabil, di tengah situasi global yang diliputi ketidakpastian serta konflik di berbagai kawasan dunia.

Ia mengakui bahwa sebagai negara besar, Indonesia tidak lepas dari perbedaan pandangan, persaingan, maupun konflik. Namun secara umum, Indonesia dinilai mampu menjaga keharmonisan dan semangat saling menghormati.

Penulis: SupriyadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *