Sulawesi Tenggara Raih Penghargaan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Porosnusantara.co.id | Jakarta, 15 Desember 2025 — Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah.

Penghargaan tersebut menegaskan bahwa berbagai tradisi, pengetahuan, dan ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara masih terawat dengan baik dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Upaya pelestarian ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat kebudayaan nasional di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., dalam wawancara bersama awak media menyampaikan harapannya agar ke depan jumlah Warisan Budaya Takbenda yang diusulkan dan ditetapkan dapat terus bertambah, sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Menurutnya, penetapan WBTb tidak semata-mata soal pencapaian angka, melainkan menjadi proses penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan nilai dan jati diri budaya daerahnya.

“Budaya lokal harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi. Kemajuan zaman memang penting, namun budaya memiliki peran yang tidak kalah penting sebagai fondasi karakter, identitas, dan kebanggaan daerah,” ungkap Prof. Aris Badara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk terus mendorong program pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Warisan Budaya Takbenda. Selain menjaga nilai budaya, upaya ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi budaya serta meningkatkan daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, komunitas budaya, akademisi, hingga generasi muda—untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, relevan, dan berkelanjutan di masa depan.

Penulis: FadhillahEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *